Pandangan Dunia Evolusioner dan Respon Iman Kristen

John C. Simon, Stella Y.E. Pattipeilohy

Abstract


Abstract: The evolutionary worldview confirms its position since the discovery of various ancient human sites, and continues to develop with various genetic engineerings and protein discoveries as well as advances in the field of artificial intelligence (AI) technology. Initially the religious community was the party who felt most attacked by the theory of evolution because it stripped the Bible of the truth about the creation of the world and humans. Later some Catholic Church appreciative statements about the theory of evolution and the big bang theory, including Pierre Teilhard de Chardin's attempt to explain the evolution of human consciousness towards the cosmic Christ, showed a change in religion towards acceptance of the diversity of world views: religion, culture and science. This evolutionary world development raises ethical questions about what is religion’s contribution. One of them is the awareness about shadow. The awareness is derived from religion which teaches that men are created by God that even though unique, but mortal and finite creations. Shadow is liberation so that men are not shackled to matter. He is a fragile human who longs to evolve to be a Christ as the perfect human image.

Abstraksi:Pandangan dunia evolusioner meneguhkan kedudukannya sejak penemuan berbagai situs manusia purba, dan terus berkembang dengan berbagai penemuan rekayasa genetik dan protein dan kemajuan di bidang teknologi artificial intelligence (AI). Semula kalangan agama menjadi pihak yang merasa paling diserang dengan teori evolusi karena melucuti kebenaran Alkitab tentang penciptaan dunia dan manusia. Belakangan beberapa pernyataan apresiatif Gereja Katolik terhadap teori evolusi dan teori big bang, termasuk usaha Pierre Teilhard de Chardin menjelaskan tentang evolusi kesadaran manusia menuju Kristus kosmis, memperlihatkan perubahan agama menuju penerimaan akan keragaman pandangan dunia: agama, budaya dan ilmu pengetahuan. Perkembangan dunia evolusioner ini memperhadapkan berbagai pertanyaan etis tentang apa sumbangan agama. Salah satunya adalah kesadaran tentang bayangan. Kesadaran akan bayangan diperoleh dari agama yang mengajarkan bahwa manusia yang diciptakan Tuhan, sekalipun unik, adalah ciptaan yang fana dan terbatas. Bayangan adalah pembebasan agar manusia tidak tertambat pada materi. Ia adalah manusia yang rapuh yang merindukan berevolusi menuju Kristus sebagai gambaran manusia yang sempurna.

Keywords


Christian faith; cosmic Christ; evolutionary worldview; shadow; Bayangan; pandangan dunia evolusioner; Kristus kosmis

Full Text:

Klik PDF untuk baca isi artikel.

References


Bagir, Haidar. “Pendidikan Manusia Vs Kecerdasan Buatan”. Kompas. (15 September 2018):7.

Banawiratma, J.B. “Spiritualitas Ignasius Loyola”. Dalam Spiritualitas dari Berbagai Tradisi. Ed. J.B. Banawiratma & Hendri M. Sendjaja. Yogyakarta: Kanisius, 2017.

Barbour, Ian G. “Penciptaan dan Kosmologi”. Dalam Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini. Ed. Louis Leahy. Yogyakarta: Kanisius, 1997.

______ . Issues in Science and Religion. London: SCM Press Ltd., 1966.

Bravo, Francisco. Christ in the Thought of Teilhard de Chardin. Trans. Cathryn B. Larme. Notre Dame – London: University of Notre Dame Press, 1967.

Budiharto, Widodo. “Dampak Kecerdasan Buatan bagi Indonesia”. Kompas. (19 Oktober 2018):6.

De Chardin, Pierre Teilhard. The Phenomenon of Man. Trans. Bernard Wall. London: Fontana Books, 1965.

Hewlett, Martinez J. “Evolusi Biologis dalam Sains dan Teologi”. Dalam Menjembatani Sains dan Agama. Peny. Ted Peters dan Gaymon Bennett. Terj. Jessica Christiana Pattinasarany. Jakarta: BPK Gunung Mulia dan CTNS, 2006.

King, Thomas M. Teilhard de Chardin: The Way of the Christian Mystics. Vol. 6. Wilmington: Delaware, 1988.

Kopp, Joseph V. Teilhard de Chardin: Sintese Baru tentang Evolusi. Yogyakarta: Kanisius, 1983.

______ . Teilhard de Chardin: A New Synthesis of Evolution. New York: Deus Books – Paulist Press, 1964.

Lajar, Leo Laba. “Sekularisasi dan Sekularisme: Autonomi terhadap Allah?” Dalam Iman dan Ilmu: Refleksi Iman Atas Masalah-masalah Aktual. Peny. Alex Seran dan Embu Henriquez. Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Laksmi, Brigitta Isworo. “Menapaki Jejak Evolusi”. Kompas. (6 Oktober 2018):16.

Leahy, Louis. “Pandangan Dunia Pierre Teilhard de Chardin”. Diskursus. Vol. 2, No. 1, (April 2003):35-56.

Lembaga Biblika Indonesia. “Fundamentalisme Kitab Suci tentang Akhir Zaman”. Ekawarta. No. 01, XVIII, (Januari-Februari 1998):6-14.

Magnis-Suseno, Franz. “Kata Pengantar”. Dalam Pierre Teilhard de Chardin. Gejala Manusia. Terj. Ira Iramanto. Jakarta: Hasta Mitra/Institute for ECOSOC Rights, 2004.

¬______ . “Evolusi dan Iman”. Dalam Iman dan Ilmu: Refleksi Iman Atas Masalah-masalah Aktual. Peny. Alex Seran dan Embu Henriquez. Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Muhsin, “Vatikan Rehabilitasi Galileo”, https://muhsinlabib.com/akhirnya-vatikan-rehabilitasi-nama-galileo/ (diakses 21 Desember 2018, pkl. 11.05 Wib).

Pareira, Berthold A. “Penciptaan Menurut Kej. 1-2 dan Teori Evolusi”. Ekawarta. No. 04 & 05, XVIII, (Juli-Oktober 1998):12-18.

Pope Pius XII. Humani Generis: False Trends in Modern Teaching. London: Catholic Truth Society, 1950.

Purwadi, Ath. Kristiono. “Kristus Kosmik: Kristologi Modern Menurut Teilhard de Chardin”. Rohani. Th. XLVI, No. 12, (Desember 1999):507-514.

Risanto, Bayu. “Darwin Mengamati, Teilhard Merefleksi”. Basis. No. 05-06, Th. ke-59, (2010):38-43.

Singgih, E.G. “Merosotnya ‘Bayangan’ dalam Bayangan Orang Indonesia”. Gema Teologi. Vol. 37, No. 2, (Oktober 2013):207-218.

______ . Dua Konteks: Tafsir-tafsir Perjanjian Lama sebagai Respons atas Perjalanan Reformasi di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

______ . “Sifat Antropologis Sains dan Teologi: Terbatas sih, tetapi…”. Dalam Dari Kosmologi ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan, Menentang Fanatisme. Peny. Ihsan Ali-Fauzi dan Zainal Abidin Bagir. Jakarta: Mizan Publika, 2011.

______ . Menguak Isolasi, Menjalin Relasi: Teologi Kristen dan Tantangan Dunia Postmodern. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

______ . “Kata Pengantar: Menjembatani Sains dan Agama dalam Konteks Indonesia”. Dalam Menjembatani Sains dan Agama. Peny. Ted Peters dan Gaymon Bennett. Terj. Jessica Christiana Pattinasarany. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

______ . Dunia yang Bermakna: Kumpulan Karangan Tafsir Perjanjian Lama. Jakarta: Persetia, 1999.

Sudjatmiko, Budiman. “Inovasi dalam Revolusi 4.0”. Kompas. (15 September 2018):6.

Utami, Ayu. Lalita. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2012.

Wang, Lance. “Kecerdasan Buatan dan Kota Cerdas”. Kompas. (19 Oktober 2018):7.

Wiseman, James A. “The Wisdom of Pierre Teilhard de Chardin”. Chicago Studies. Vol. 38, No. 1, (Spring 1999):72-83.

Yumartana, M. “Jalan Kebahagiaan Teilhard de Chardin”. Driyarkara. Th. XVI, No. 3, (1990):25-34.




DOI: https://doi.org/10.34307/b.v2i1.66

Article Metrics

Abstract telah dilihat sebanyak 79 kali
File PDF telah di download sebanyak 24 kali

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment




is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs (CC BY-NC-ND).

ISSN LogoCrossref LogoScholar LogoGaruda LogoOne Search Indonesia LogoBase Search LogoScilit LogoDimensions Logo

BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Based on a work at: www.jurnalbia.com or jurnalbia.stakntoraja.ac.id
Online ISSN: 2655-4682 Printed ISSN: 2655-4666

BIA' © Published by STAKN Toraja. All Rights Reserved.