Membaca Teks dalam Pandangan Poskolonial: Catatan Kritis atas Bacaan Terhadap Teks Kitab Suci

Ivan Sampe Buntu

Abstract


Superior and inferior are two confronted words which are in postcolonial to build an awareness of "oppression". Oppression is not only in physical form, but more concerning is oppression in the mind. Postcolonial is a way of thinking to build an awareness of oppression. It did not merely show the residues of the Colonial mind, but at the same time gave a new postcolonial interpretation and tried to form a postcolonial identity. Postcolonial will always come into contact with two things namely text and context. Text and context are two things which always dialogue by interpreters. Thus talking about postcolonial means being unable to escape from context, text, and interpreters. This paper will describe how the text deals with the context and how the interpreter treats the text. Interpreters may be wrong in treating the text (according to their interests), thus making others become subalterns. This means that the process of interpreting is also political action.


Abstrak: Superior dan inferior adalah dua kata yang saling bertentangan yang ada dalam postkolonial untuk membangun kesadaran akan "penindasan". Penindasan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi yang lebih memprihatinkan adalah penindasan terhadap pikiran. Postkolonial adalah cara berpikir untuk membangun kesadaran penindasan. Ini tidak hanya menunjukkan sisa-sisa pikiran kolonial, tetapi pada saat yang sama memberikan interpretasi postkolonial baru dan mencoba membentuk identitas postkolonial. Postkolonial akan selalu bersentuhan dengan dua hal yaitu teks dan konteks. Teks dan konteks adalah dua hal yang selalu di-dialog-kan oleh penerjemah. Jadi berbicara tentang postkolonial berarti tidak dapat melepaskan diri dari konteks, teks, dan penerjemah. Makalah ini akan menjelaskan bagaimana teks berhubungan dengan konteks dan bagaimana penerjemah memperlakukan teks. Penerjemah mungkin salah dalam memperlakukan teks (sesuai dengan minat mereka), sehingga membuat yang lain menjadi hamba. Ini berarti bahwa proses penafsiran juga merupakan tindakan politik.



Keywords


colonial; identity; postcolonial; sacred text; identitas; kolonial; poskolonial; teks Kitab Suci

Full Text:

Klik PDF untuk baca isi artikel.

References


Gandhi, Leela. Teori Poskolonial: Upaya Meruntuhkan Hegemoni Barat. Yogyakarta: Qalam, 2007.

Hendar Putranto. Wacana Pascakolonial Dalam Masyarakat Jaringan dalam Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto (ed), Hermeneutika Pascakolonial (Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Huda, M.H. Nurul. “Membongkar kekerasan epistimis” dalam Hermeneutika Pascakolonial: Soal Identitas. Editor Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto. Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Kosuke Koyama, “Kristus Yang Disalibkan” dalam Sugirtharajah Wajah Yesus di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Mosala, Itumeleng J. “The Implications of the Text of Esther for African Women’s Struggle for Liberation in South Africa” dalam The Postcolonial Biblical Reader. Editor R. S. Sugirtaharajah. USA: Blackwell Publishing, 2006.

Muzir, Inyiak Ridwan. Hermeneutika Filosofis Hans Georg Gadamer, Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2008.

Piliang, Yasraf Amir. Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung: Matahari, 2010.

Sarira, Y.A. Rambu Solo dan Persepsi Orang Kristen Tentang Rambu Solo. Rantepao: Pusbang Gereja Toraja 1996.

Sianipar, Gading. “Mendefenisikan Pascakolonialisme: pengantar menuju wacana pemikiran pascakolonialisme,” dalam Hermeneutika Pascakolonial: soal identitas. Editor Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto. Yogyakarta: Kanisius 2004.

Singgih, E.G. Dari Israel Ke Asia- Masalah Hubungan Antara Kontekstualisasi Teologi Dengan Interpretasi Alkitabiah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

Smith, Linda Tuhiwai. Dekolonisasi Metodologi. Yogyakarta: Insist Press, 2005.

Sugirtharajah, R.S. Postcolonial Reconfigurations-An Alternative Way of Reading the Bible and Doing Theology, USA: Chalice Press, 2003.

Sugirtharajah, R.S. Wajah Yesus di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Wijanarko, Robertus, “Poskoloialisme dan studi teologi: sebuah pengantar.” Jurnal, Studia, philosophica et theological, Vol. 8 No. 2 Oktober 2008, STFT Widya Sasana Malang

Young, Robert J.C. Postcolonialism: A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press, 2003.




DOI: https://doi.org/10.34307/b.v1i2.46

Article Metrics

Abstract telah dilihat sebanyak 118 kali
File PDF telah di download sebanyak 69 kali

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment




is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs (CC BY-NC-ND).

ISSN LogoCrossref LogoScholar LogoGaruda LogoOne Search Indonesia LogoBase Search LogoScilit LogoDimensions Logo

BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Based on a work at: www.jurnalbia.com or jurnalbia.stakntoraja.ac.id
Online ISSN: 2655-4682 Printed ISSN: 2655-4666

BIA' © Published by STAKN Toraja. All Rights Reserved.