BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual

Bia’ (n), dalam bahasa Indonesia berarti suluh atau obor; fungsi cahayanya adalah untuk menerangi kegelapan, agar seseorang dapat menemukan jalan atau benda berharga yang hendak dicarinya.

Dalam konteks masyarakat Toraja, bia’ digunakan sebagai sumber cahaya dalam perjalanan dan kegiatan di luar rumah pada malam hari. Bia’ membuat jalan yang akan dilalui menjadi lebih jelas dan terang, sehingga orang yang sedang dalam perjalanan tidak akan terantuk dan tidak terjatuh, dengan demikian para peziarah tetap ada pada jalan yang benar dan tiba dengan selamat di tempat tujuan. Jadi fungsinya dasarnya adalah sebagai pemberi terang, dan penuntun pada jalan yang benar.

Dasar Biblis yang dirujuk, bersumber pada Mazmur 119:105 Iatu kadamMi sitinti palita diong to' lentekku, sia butung bia' unnarrang lalanku. Dalam Mazmur, bia’ secara langsung analog dengan Firman Tuhan, yang pada akhirnya berpuncak pada logos. Secara teologis, fungsi bia’ amat relevan dengan nubuatan dalam Yesaya 9:1-2, terhadap Yesus (Mat. 4:16 )Bangsa yang hidup di dalam kegelapan telah melihat terang yang cemerlang! Bagi yang diam dalam negeri kegelapan maut telah terbit cahaya terang!" Dengan demikian, Bia’ sebagai gagasan teologis amat relevan menjadi penamaan jurnal ilmiah lembaga STAKN Toraja.

Budaya Toraja juga mengenal sebuah konsep luhur yang berhubungan dengan hal ini, yakni: Tutungan Bia’, di mana bila tatanan masyarakat sedang dalam keadaan kacau dan/atau gelap maka akan dilakukan upaya untuk mencari/menemukan kebenaran di Tongkonan Layuk (the highest level of Tongkonan) agar segalanya kembali menjadi jelas dalam tatanan ‘kosmos’. Pada konteks jurnal ilmiah ini, diharapkan berbagai gagasan yang masih kabur dan remang-remang, serta cakrawala yang masih gelap, bisa menjadi jelas melalui buah-buah pikiran yang ditulis dalam jurnal bia’ ini.rs


Journal Homepage Image

Announcements

 

Call for Papers

 

Vol. 2 No. 1 & Vol. 2 No. 1

 
Posted: 2019-01-25 More...
 
More Announcements...